Purwokerto
- Film horor Indonesia terbaru, "Sorop," yang tayang sejak 19
Desember 2024, berhasil menarik perhatian penonton dengan alur cerita yang
mencekam dan produksi yang matang. Disutradarai oleh Upi Avianto, Film horror, "Sorop,"
telah berhasil mencuri perhatian penonton dengan alur cerita yang mencekam dan
tema ritual mistis yang jarang diangkat. Film ini mengisahkan tentang dua
saudari, Hanif (Hana Malasan) dan Isti (Yasamin Jasem), yang kembali ke rumah
masa kecil mereka dan dihadapkan pada misteri ritual kuno bernama puasa
Sorop.
Puasa Sorop, sebagaimana digambarkan dalam film "Sorop," adalah sebuah ritual mistis yang memiliki aturan khusus. Ritual ini dipercaya membawa berkah luar biasa bagi yang menjalankannya dengan benar, tetapi juga dapat menjadi kutukan mematikan jika ada kesalahan dalam pelaksanaannya. Praktik ini melibatkan elemen-elemen spiritual yang sarat dengan simbolisme, seperti mantra, persembahan tertentu, dan waktu pelaksanaan.
Untuk
menggali lebih dalam tentang antusiasme terhadap film ini, saya berbincang
dengan dua narasumber langsung dari bioskop: Agustio, seorang penonton yang
sudah menyaksikan film "Sorop." dan Melisa, penjual tiket
bioskop di bioskop Rajawali Purwokerto.
Agustio,
seorang mahasiswa yang menggemari film horror, “Awalnya saya kira ini cuma film
horor biasa, tapi ternyata jauh lebih kompleks. Ritual puasa Sorop yang
diceritakan di film bikin saya merinding. Rasanya seperti ada unsur nyata di
balik semua itu,” ujar Agustio. Ia juga memuji akting para pemain yang membuat
ceritanya terasa hidup. “Hana Malasan dan Yasamin Jasem benar-benar berhasil
menunjukkan ketakutan mereka. Ditambah suasana rumah tua yang angker, film ini
terasa sangat autentik,” tambahnya.
Melisa,
yang bekerja sebagai kasir tiket bisokop, mengungkapkan bahwa "Sorop"
adalah salahsatu film yang paling laris di bioskop Rajawali purwokerto. “Setiap
hari, terutama malam hari, tiket untuk film ini hampir selalu habis,” kata
Melisa. Ketika ditanya apakah ia sendiri sudah menonton film tersebut, Melisa
mengaku belum berani. “Saya sering dengar cerita dari penonton yang bikin saya
tambah takut. Tapi mungkin saya akan coba nonton minggu depan, kalau ada teman
yang mau menemani.” Katanya.
"Sorop"
tidak hanya membawa teror di layar lebar tetapi juga membangkitkan rasa
penasaran terhadap budaya dan tradisi mistis Indonesia. Antusiasme seperti yang
dirasakan Agustio dan lonjakan penjualan tiket seperti yang diceritakan Melisa
menunjukkan bahwa film ini berhasil menciptakan kesan mendalam bagi penonton.

0 Komentar